Creator handal

05.25 / Diposting oleh Farisa /

Animator Handal

01:14 / Diposkan oleh Farisa /

NSPIRASI

Banyak Berkhayal untuk Dapat Duit
Senin, 15 Juni 2009 | 10:20 WIB

KOMPAS.com - Untuk menjadi seorang animator yang handal diperlukan daya khayal tinggi selain penguasaan program-program pembuat animasi."Jago diprogram tapi ngga tau mau bikin apa, yah sama aja boong ," kata Auges Savara, animator dan juga pengajar di Interstudi kepada Kompas.com saat workshop yang diadakan Tabloid PC Plus di JCC, Jumat (12/6) lalu.

Untuk animator pemula, saran Auges, harus banyak menonton film, main games, baca komik untuk meningkatkan imajinasi."Itu bisa memunculkan ide-ide menarik," ucapnya.

Ada empat software yang dapat digunakan untuk membuat animasi yaitu 3D Max, Maya, Sinema 4D, dan Blender. Namun, untuk pemula disarankan memakai software 3D Max yang lebih mudah dalam mengoperasikan."Software original harganya lumayan sekitar 1.700 dollar AS," katanya.

Untuk tahap awal, kata Auges, yaitu membuat modelling sketsa gambar secara manual dari segala angle. Bisa menggambar diatas kertas kemudian di scan, atau langsung di atas wacom (alat untuk menggambar yang langsung terhubung dengan komputer). Dari sketsa gambar tersebut, kemudian dimasukkan ke dalam program 3D Max untuk dijadikan model.

"Contohnya buat helikopter. Kita buat tampak samping, depan, dan atas. Lalu sketsa itu dianimasikan secara detail, trus kita buat keluar tembakannya lalu meledak. Itu semua ada di 3D Max," jelasnya.

Ia juga memperlihatkan potongan film action durasi 15 detik, yaitu adegan menembak dengan peluru yang berjalan lambat. "Itu pakai empat software. Untuk pemula bisa belajar sekitar tiga hari," ucapnya.

Selain empat sofware diatas, ada lagi software ZBrush yang baru dikenal di Indonesia untuk memudahkan melukis images dengan mengaplikasikan efek-efek 2D dan 3D yang saling berintegrasi dan telah digunakan oleh semua jenis industri di dunia. "Bisa memudahkan melukis gambar dengan color, material, teksture, dan depth, mendorong dan menarik canvas, bahkan dapat memahat dan memberi tekstur model 3D," jelasnya.

Bisa dapat duit banyak

Menurut Auges, di Indonesia sebenarnya banyak animator handal namun sayangnya belum terekspos, selain itu umumnya animator saat ini lebih banyak bekerja untuk industri iklan ketimbang membuat film.

Para animator tersebut, lanjutnya, lebih suka menjual karyanya ke luar negeri karena bayarannya sampai 10 kali lipat dibanding di Indonesia. "Satu-satunya masalah adalah mereka ngga puas soal bayaran. Disini mereka kurang dihargai," tegasnya.

Sebagai contoh adalah film sinetron drama yang sering ditayangkan di salah satu stasiun televisi yang menggunakan animasi kurang baik."Itulah akibat bayarannya kecil, jadi mereka kerja seadanya," ucapnya.

Sedangkan soal peralatan dan teknologi, lanjutnya, Indonesia tidak ketinggalan dengan negara-negara lain."Banyak animator Indonesia punya peralatan yang canggih-canggih," katanya.


C8-09
Akses http://m.kompas.com di mana saja melalui ponsel, Blackberry, iPhone, atau Windows Mobile Phone Anda

7 komentar:

Comment by Ferriansyah on 1 Juli 2009 pukul 20.45

kok ayam c.....!!!!!!!!!!!!!!!

Comment by Ferriansyah on 1 Juli 2009 pukul 20.47

ayam ma telor duluan mana hayo?

Comment by Ferriansyah on 1 Juli 2009 pukul 20.48

ini budi..........

budi bermain bola...

hanya di three...

mau......???????

Comment by Ferriansyah on 1 Juli 2009 pukul 21.03

komen lo ga nambah2 c ris?

Comment by Ferriansyah on 1 Juli 2009 pukul 21.04

wah w terkenal di blog lo ris...!!!!!!!!!

Comment by Ferriansyah on 1 Juli 2009 pukul 21.05

adhi ; semuanya lemah!!!!!!!!!!

Comment by Roxas on 2 Juli 2009 pukul 12.47

Lah, ini isinya ferry semua..
lemah. . . .

mengenai pertanyaan lo tentang ayam duluan apa telor,,

di blog gw ada artikelnya tuh fer..

hahahha

Posting Komentar